Highlight Ekonomi Indonesia 2012; Indonesia Butuh Resolusi Ekonomi

Adjih Mubarok*

Tahun 2012 ini perekonomian Indonesia ditutup dengan PR (pekerjaan rumah) yang masih banyak. Ibukota Jakarta yang terendam banjir dengan kerugian yang diperkirakan sekitar 4-5 trilyun rupiah (BPPT). Kemudian belum banjir di beberapa daerah lainnya yang kemungkinan angkanya mencapai lebih dari 1 trilyun. Kemudian kasus yang cukup ‘membudaya’ di Indonesia yakni kasus korupsi yang sampai saat ini masih saja terjadi. Korupsi yang cukup menarik diikuti beberapa bulan yang lalu adalah terbongkarnya kasus korupsi Hambalang yang menyeret Menpora Andi Mallarangeng. Publik sudah menduga kasus Hambalang tersebut akan menyeret nama-nama besar seperti Menteri sendiri sehingga bukan suatu kejutan yang berarti, walaupun sebelum ada penyidikan lebih lanjut Menpora mengelak. Klimaksnya pada bulan Desember 2012 beliau mengundurkan diri karena positif ‘terjangkit’ kasus Hambalang.

Teringat juga ketika bulan Maret 2012 yang lalu ketika ramai di media massa mengkabarkan rencana kenaikan BBM. Rencana tersebut padahal masih dalam penggodogan dan belum seutuhnya menjadi keputusan. Namun isu tersebut memicu kenaikan harga-harga sembako yang akhirnya menimbulkan nilai inflasi sebesar 0,21 % (BPS). Walaupun pada akhirnya rencana kenaikan BBM dibatalkan oleh DPR. Namun harga-harga sembako yang terlanjur naik kemudian tidak otomatis turun atau kembali ke harga semula sebelum isu rencana kenaikan BBM tersebut. Continue reading

Advertisements

Makrab KOMBES 2012-2013

Keluarga Besar KOMBES ! :)

Keluarga Besar KOMBES ! 🙂

Alhamdulillah, setelah teman-teman panitia semua berjuang selama 2 bulan untuk mempersiapkan kegiatan makrab ini, akhirnya kegiatan ini berhasil dan sukses. Pada acara makrab kali ini, dilaksanakan pada tanggal 8-9 Desember 2012, hari sabtu sore sampai minggu siang selesai kegiatan makrab ini.

Berbagai maacam masalah kerikil-kerikil kecil, seperti biasa membuat mental, stamina, dan semuanya–dari teman-teman kombes terkuras habis. Apapun itu, kerikil-kerikil kecil ini telah memberikan pelajaran buat teman-teman panitia, arti dari kekeluargaan, keorganisasian, kebersamaan dan solidaritas yang tinggi. terlepas dari apa dan siapa yang teman-teman panitia perbuat, semua komponen penting, melebur dalam satu tujuan, bersatu dalam mencapai tujuan.

Dimana makna dari melebur itu seperti kopi, susu, dan gula (kalau teman-teman mau membuat kopi susu yang manis), dimana kopi susu merupakan tujuan (visi) kita. dan bersatu adalah seperti gelas dan sendok, yang dua-duanya tidak bisa disatukan, tapi saling membutuhkan. Seperti keluarga bukan ? Itulah KOMBES !

Tidak ada taring yang tak retak, seperti itulah peribahasa yang menggambarkan bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini. Begitupun acara ini (Makrab Kombes 2012). Tidak seperti tahun kemarin, yang di dominasi oleh orang-orang senior, dan para alumni dari berbagai profesi datang (ada yang dosen, pengusaha, dan lain-lain), begitupun orang-orang dalam kepanitian kombes, ketua umumnya tidak bisa hadir disemua acara, hanya bisa hadir malam sampai paginya saja, dan semua teman-teman kombes yang dulu ikut makrab 60% tidak bisa hadir diacara makrab tahun ini. Tapi semua terbayar oleh, mahasiswa-mahasiswa baru yang mengetahui betapa pentingnya sebuah wadah untuk menjaga ukhuwah islamiyah mahasiswa dan pelajar Brebes Selatan yang kuliah di kota jogja ini. Sehingga merekapun membuat acara ini, seperti acara keluarga, ya, keluarga baru yang besar. sangat menyenangkan.

Semoga dengan berhasilnya acara ini, bisa membuat KOMBES semakin KOKOH, KUAT, dan selalu memberikan output yang BAIK. Menjadi Insan yang bisa memajukan Brebes Selatan menjadi lebih dan lebih, seperti kopi susu yang ingin KOMBES buat… 🙂 Continue reading

Tanggapan KOMBES Terhadap Rencana Pemekaran Kabupaten Bumiayu

Pemekaran wilayah mulai berkembang pesat sejak UU No 22 Tahun 1999 mengenai Pemerintahan Daerah dan UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan  Pusat dan Daerah ditetapkan. Itupun membuat peluang daerah seperti Bumiayu, untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Sebelumnya jumlah daerah otonom adalah sebanyak 249 Kabupaten, 65 Kota, dan 27 Provinsi. DI akhir Desember 2007, jumlahnya menjadi 370 kabupaten, 95 kota dan 33 provinsi. Perkembangan pesat tersebut tak terlepas dari desentralisasi pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Selain itu pada awal tahun 2013, pemerintah pusat juga akan merivisi 19 RUU mengenai pemekaran daerah otonom baru.

Continue reading