Kita Mesti Belajar Dari “Jam”

Jam

 

Seorang anak batita begitu terheran dengan benda berbentuk lingkaran yang dipenuhi angka-angka. Tiga buah jarum yang menunjuk angka-angka di lingkaran itu pun kian membuatnya tercenung.

Ada jarum tipis warna merah yang menunjuk dari satu angka ke angka lain dengan begitu cepat. Ada jarum yang lebih tebal dan lebih panjang yang bergerak lebih lamban. Dan, ada jarum pendek gemuk yang nyaris tak bergerak, tapi bisa berpindah ketika dalam waktu lama tak diperhatikan.

Yang lebih menarik dari semua pemandangan di benda itu adalah ketika pada saat tertentu, ada burung mainan yang tiba-tiba keluar dari bawah lingkaran tersebut dengan suara khas. “Kuk kuk…kuk kuk…kuk kuk…!”

Saat itulah, sang anak pun melompat riang. Tapi, ia masih bingung dengan benda itu.

“Itu jam, anakku!” suara sang ibu tiba-tiba muncul dari balik tubuh mungil si batita.

“Jam…?” sahut si batita seraya mengungkapkan rasa ingin tahunya. Continue reading

Advertisements

Pendidikan Kita Yang Mahal dan Juga Gagal

Sekolah Yang Mahal dan Gagal

Indonesia telah merdeka lebih dari 66 tahun. Bukan waktu yang pendek bagi sebuah bangsa untuk mempersiapkan diri menjadi bangsa yang prestatif. Ironisnya Indonesia terpuruk hampir di seluruh bidang, termasuk pendidikan. Di bidang pendidikan rendahnya kualitas hampir merata dari seluruh aspek: guru, fasilitas pendidikan, kurikulum, sampai pada prestasi siswa.

Indonesia bisa dinilai sebagai Negara yang gagal, karena semakin tua usianya bukan semakin berprestasi, tapi sebaliknya. Di bidang pendidikan prestasi Indonesia semakin menurun. Penurunan peringkat Indonesia dalam indeks pembangunan pendidikan untuk semua (Education for All) tahun 2011, salah satunya disebabkan tingginya angka putus sekolah di jenjang sekolah dasar. Sebanyak 527.850 anak atau 1,7 persen dari 31,05 juta anak SD putus sekolah setiap tahunnya. Badan PBB, UNESCO merilis indeks pembangunan pendidikan (Education Development Index) dalam EFA Global Monitoring Report 2011. Peringkat Indonesia turun pada posisi ke-69 dari 127 negara. Tahun lalu posisi Indonesia ke-65. Dari empat indikator penilaian, penurunan drastis terjadi pada nilai angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Pada laporan terbaru nilainya 0,862 (Kompas.com, 4/3/2011). Continue reading

Biaya Pemilukada Yang Besar, Apakah Bisa Mensejahterakan Rakyat ???

Rakyat Kecil vs Orang yang berduit !

Rakyat Kecil vs Orang yang berduit !

Sekarang di daerah Brebes, sudah mempersiapkan Pemilukada ditahun 2012 ini. Untuk saya yang masih awam, dan tak tahu apa-apa hanya, bisa membayangkan untuk apa sebenarnya pesta demokrasi ini ? Menggunakan uangnya siapa ???? dan banyak yang lainnya.

Ketika itu saya, pulang ke daerah Bumiayu, dan hendak melaksanakan suatu kegiatan bersama teman-teman Kombes, untuk kegiatan Sosialisasi di SMA Islam Bumiayu. Dan sayapun melihat, didepan Rumah Sakit (kalau nggak salah), dekat dengan SMAI ada semacam acara yang disitu terpampang nama bupati Brebes yang sekarang, dan akan menyalonkan diri lagi untuk periode 2012-2017 ini. Sebelumnya, saya juga banyak sekali melihat kalender yang terpampang diwarung-warung dan juga di sekolah-sekolah !, Spanduk, dan juga baliho yang besar, di pertigaan jalan lingkar talok. mmmm

setelah selesai saya melaksanakan kegiatan di SMAI, sayapun bersama teman saya beranjak pergi ke SMA BU Bumiayu, untuk konfirmasi perihal kegiatan sosialisasi untuk besok. Dan sayapun kaget, ketika mendengar ada pengumuman di SMA BU, bahwa nanti malam ada acara–apa saya kurang memperhatikan–yang akan didatangi oleh bupati brebes, dan kepada guru-guru untuk datang menghadirinya, dan juga siswa yang berada di bumiayu, untuk ikut juga menghadirinya. Seperti itu kurang lebih pengumumannya. sayapun heran, ada apa ini ? apa ini sudah sering terjadi, karna saya jarang keluar-keluar, atau hanya pada tahun 2012 ini “Karena akan ada pemilukada 2012” ???? Continue reading

Survey Kegiatan Study Tour ke Kebun Buah Mangunan Imogiri

Puncak Kebun Buah Mangunan

Puncak Kebun Buah Mangunan

Kami pada hari minggu, tanggal 26 Februari pergi survey menuju tempat wisata yang insyaAllah akan diselenggarakan suatu kegiatan, yaitu Study Tour atau bisa dibilang Jalan-jalan (refresing) untuk meningkatkan tali silaturahmi antar anggota KOMBES itu sendiri. Setelah kami rapatkan bersama teman-teman yang lain, akhirnya kami menentukan tempat wisata yang akan kami tuju yaitu, di Kebun Buah Mangunan Imogiri, yang terletak di Bantul, berbatasan dengan gunung kidul.

Kami janjian pada pukul 10 kumpul, di tempat kami biasa berkumpul, yaitu di Kontrakan Lempuyangan. Setelah kami (4 orang, yaitu Nafiul, Deavi, Dikri dan Sobron) berkumpul, pada jam 11 kami berangkat menuju tempat yang diruju. Perjalannya lumayan jauh dari daerah Lempuyangan, sekitar kurang lebih 1 jam, kami mencari tempat wisatanya. Jalannya yang berkelok kelok,–dan sekarang sudah halus–dan juga sedikit membuat adrenalin tertantang–karna saat diperjalanan, kami nyasar– hahaha Continue reading

curug cupu potensi wisata baru di kecamtan paguyangan – brebes selatan

Paguyangan – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes menggelar Tasyakuran perintisan dan pengelolaan Obyek wisata baru yang terletak di geografi pegunungan Dukuh Cijampang Desa Ragatunjung Kecamatan Paguyangan yang akan diberinama Taman Wisata Gunung Cupu

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Paguyangan. H Mukmin Suryana mengatakan dari hasil survei bahwa potensi alam curug Gunung Cupu sangat layak dan pantas dikembangkan menjadi obyek wisata alam dengan kondisi air terjun setinggi sekitar 14 meter panorama indah yang belum pernah tersentuh, sehingga untuk kegiatan organisasinya dan bekerjasama Pemkab Brebes, Perhutani maka lokasi tersebut akan dikembangkan sebagai taman wisata yang akan dilengkapi sanara dan prasarana yang memadai tanpa merusak alam dan lingkungan.

Continue reading

pariwisata panta indrayanti

 

Matahari belum tinggi saat YogYES tiba di Pantai Indrayanti. Dua ekor siput laut bergerak pelan di sebuah ceruk karang, tak peduli dengan ombak yang menghempas. Segerombol remaja asyik bercengkerama sambil sesekali bergaya untuk diambil gambarnya. Di sebelah barat nampak 3 orang sedang berlarian mengejar ombak, sebagian lainnya bersantai di tengah gazebo sembari menikmati segarnya kelapa muda yang dihidangkan langsung bersama buahnya. Beberapa penginapan yang dikonsep back to nature berdiri dengan gagah di bawah bukit, sedangkan rumah panggung dan gubug yang menyerupai honai (rumah adat Papua) berdiri di dekat pantai. Jet ski kuning teronggok di sudut restoran.

Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang menghadap ke pantai ini. Pada malam hari, gazebo-gazebo yang ada di bibir pantai akan terlihat cantik karena diterangi kerlip sinar lampu. Menikmati makan malam di cafe ini ditemani desau angin dan alunan debur ombak akan menjadi pengalaman romantis yang tak terlupa.

Pesta Buku di Yogyakarta awal 2012

Pesta Buku Jogja 2012 adalah pameran buku terlengkap dan terbesar di Yogyakarta. Tak heran karena event Jogja yang satu ini diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia Yogyakarta. Melihat Yogyakarta sebagai kota pendidikan, maka kampanye membaca pun digalakkan dengan menjadikan Jogja sebagai kota perbukuan nasional. Tema pameran kali ini yaitu “Jogja itoe Boekoe”. PESTA BUKU JOGJA 2012 akan berlangsung di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Jl. Laksda Adi Sucipto No. 88 Yogyakarta pada tanggal 1 – 7 Pebruari 2012 dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam. Tanpa biaya tiket masuk !!! Continue reading

Pusat Buku Di Yogyakarta – buka setiap hari

Shopping Center merupakan pusat penjualan buku yang legendaris di Yogyakarta. Sejak tahun 1970-an komunitas pedagang buku dengan kios kecilnya mulai menempati kawasan di sebelah Selatan Pasar Beringharjo sehingga menjadi pusat buku terbesar. Tidak heran karena Yogyakarta dikenal sebagai pusat pendidikan Indonesia dan banyak kaum pelajar dan mahasiswa yang menjadi konsumen setiap pedagang buku, baik buku bekas maupun buku bajakan yang menjadi incaran konsumen dengan budget terbatas. Sejak tahun 2005, shopping center atau dikenal dengan ‘toko buku shopping’ direnovasi atau lebih tepatnya direlokasi ke sebuah bangunan baru 2 lantai yang lebih layak di kawasan taman Budaya Yogyakarta. Continue reading