Energi Alternatif Baru – Turbin Angin Terobosan Terbaru

Nafiul Mualimin*

Bagi para pecinta energi alternatif pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya turbin angin atau bahasa yang lebih mudahnya kincir angin. Yang memanfaatkan energi angin untuk memutar kincir atau turbin, sehingga menghasilkan energi, lalu energinya akan disimpan sebagai energi listrik. Tapi teknologi ini merupakan teknologi tradisional, dari semenjak lama diterapkan oleh manusia, dan banyak sekali kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh teknologi turbin angin ini, diantaranya sangat bising karena turbin berputar, sangat mengganggu manusia yang ada disekitar, sehingga penggunaan turbin ini harus diletakkan ditempat yang lapang (anginnya kencang) dan juga aman. Selain itu, turbin angin bisa mengganggu habitat burung untuk terbang, bayangkan apabila ada burung yang terbang disekitar turbin. Selain itu, putarannya juga bisa mengganggu sinyal radio dan tv. Continue reading

Advertisements

Highlight Ekonomi Indonesia 2012; Indonesia Butuh Resolusi Ekonomi

Adjih Mubarok*

Tahun 2012 ini perekonomian Indonesia ditutup dengan PR (pekerjaan rumah) yang masih banyak. Ibukota Jakarta yang terendam banjir dengan kerugian yang diperkirakan sekitar 4-5 trilyun rupiah (BPPT). Kemudian belum banjir di beberapa daerah lainnya yang kemungkinan angkanya mencapai lebih dari 1 trilyun. Kemudian kasus yang cukup ‘membudaya’ di Indonesia yakni kasus korupsi yang sampai saat ini masih saja terjadi. Korupsi yang cukup menarik diikuti beberapa bulan yang lalu adalah terbongkarnya kasus korupsi Hambalang yang menyeret Menpora Andi Mallarangeng. Publik sudah menduga kasus Hambalang tersebut akan menyeret nama-nama besar seperti Menteri sendiri sehingga bukan suatu kejutan yang berarti, walaupun sebelum ada penyidikan lebih lanjut Menpora mengelak. Klimaksnya pada bulan Desember 2012 beliau mengundurkan diri karena positif ‘terjangkit’ kasus Hambalang.

Teringat juga ketika bulan Maret 2012 yang lalu ketika ramai di media massa mengkabarkan rencana kenaikan BBM. Rencana tersebut padahal masih dalam penggodogan dan belum seutuhnya menjadi keputusan. Namun isu tersebut memicu kenaikan harga-harga sembako yang akhirnya menimbulkan nilai inflasi sebesar 0,21 % (BPS). Walaupun pada akhirnya rencana kenaikan BBM dibatalkan oleh DPR. Namun harga-harga sembako yang terlanjur naik kemudian tidak otomatis turun atau kembali ke harga semula sebelum isu rencana kenaikan BBM tersebut. Continue reading