Pentingnya Silaturahmi di KOMBES

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung Silaturahimnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari penggalan hadist diatas, cukuplah menegaskan kepada kita betapa pentingnya silaturahim diantara kita. Bahkan Allah swt, menyuruh kita untuk menyambung tali silturahim, yang tertulis di Al-Qur’an surat An-Nisa ayat pertama :

“… dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali Silaturahim.”

Dalam menjalankan tali silaturahim-pun, tidak ada batasan, itupun Allah swt perintahkan, masih di surat yang sama (An-Nisa) pada ayat 36 :

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Ayat diatas sangat menegaskan, bagi siapa yang tidak menjaga hubungan silaturahim—termasuk orang yang sombong dan membanggakan diri dimata Allah swt!

Dan pada ayat diatas yang artinya ‘tetangga dekat dan tetangga jauh’, dekat atau jauh disini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan yang bukan muslim. Sedangkan maksud dari ‘Ibnu Sabil’ ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan maksiat, yang kehabisan bekal—Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

Sejarah Islam menunjukan pentingnya silaturahim

Kenapa disini saya menekankan pada sejarah islam, akan pentingnya silaturahim ? karena betapa tidak, Islam yang dulunya menguasai peradaban dimuka bumi ini, sampai belasan abad lamanya. Tapi semua itu runtuh begitu saja sejak tahun 1924, saat kekhalifahan Turki Utsmani runtuh. Dan pada abad ini (abad 21), merupakan sejarah terkelam dari Islam itu sendiri, termasuk di Indonesia ini. Yang notabennya sebagai negara Islam terbesar di dunia !

Saya tidak usah menguraikan kenapa, mungkin pembaca sudah menyadarinya—secara langsung maupun tidak langsung—bagaimana Islam sekarang ini. Tapi kalau kita hubungkan dengan apa yang sedang kita bahas ini (silaturahim) mungkin yang kita lihat adalah, banyaknya perselisihan antar sesama agama Islam. Sunni dengan Syiah, NU dengan Muhammadiyah, ormas dengan pemerintah dan masih banyak lagi, seakan-akan kita seperti buih dilautan, yang terombang-ambing tak menentu arah!

Entah mengapa hal ini bisa terjadi, tapi kalau kita melihat ke sejarah Islam, sungguh hal ini sudah terjadi dari dulu sekali. Sejak selesainya masa Khulafa’ Al-Rasyidin, muncul berbagai macam aliran, mulai dari sunni, syiah, khawarij, Mu’tazilah, Murjiah, Najariah, Jabariah, Musyabihah dan masih banyak lainnya. Dan itu semua—menurut penulis—dikarenakan, tidak dijaganya tali silaturahim!

Mari kita flashback kembali ke masa Rasulullah saw, dimana beliau sangat menjaga tali silaturahim dengan para sahabat-sahabatnya, bahkan dengan orang-orang non-muslim, sehingga pada saat itu Rasulullah sangat disegani, dihormati, dipuji dan sebagainya. Bukankan Rasulullah merupakan suri tauladan bagi kita semua, kenapa kita tidak mengikuti apa yang di lakukan beliau, dalam menjaga tali silaturahim ? tidak memperdulikan Ego, Status, Jabatan, dan lain sebagainya, karna beliau tau betapa pentingnya silaturahim, beliau tidak ingin dianggap orang yang sombong dan membanggakan diri oleh Allah swt !

Silaturahimpun diamalkan oleh para sahabat-sahabat Rasulullah, dari masa Khalifah Abu bakar ra, Umar ra, Utsman ra, dan Ali ra. Semuanya sangat baik dalam mengamalkan silaturahim, sehingga Islam-pun menguasai dunia, islam menyebar ke penjuru jazirah Arab, Afrika, Eropa, bahkan Asia !

Berbagai konflik Internal (perang saudara) semua disebabkan kurangnya silaturahim, sehingga dengan mudah diadu domba, difitnah oleh Iblis dan pengikutnya. Tapi semua itu bisa kita atasi dengan cara saling menjaga satu sama lain,  karena kita ini (umat muslim) seperti satu tubuh, yang apabila ada yang sakit, semuanya ikut sakit. Alangkah baiknya kalau kita saling bersatu padu menjaga kesatuan, menyambung tali silaturahim dengan kuat, sehingga kita bisa menjadi umat terbaik dimuka bumi ini. InsyaAllah.

Ingatkah kita akan semboyan :

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh…!?

Mari, melalui KOMBES (Komunitas Keluarga, Mahasiswa dan Pelajar Brebes Selatan) kita kuatkan tali silaturahim diantara kita, untuk kemajuan Brebes kearah yang lebih baik. Dengan kita disini, sebagai orang-orang yang bersatu menyuarakan semangat kesatuan dan perubahan !

About nafi

Panggil saja Piul. :) Lahir 5 Juni 1992, di kota Tegal dari rahim seorang Ibu yang sangat cantik seperti bidadari, yang selalu dilindungi oleh seorang ayah yang hebat layaknya Malaikat dalam hidupku. Nafiul Mualimin sebagai nama dan doa yang mereka berikan padaku... Kata an-Nafi (asmaul husna - yang memberi manfaat) dan Mualim (orang mukmin yang berilmu). Menjadi orang yang bermanfaat dalam ilmu merupakan tujuan saya hidup didunia ini !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s